Posts

SOP / PROTAP PERAWATAN JENAZAH

Pengertian SOP Perawatan Jenazah Perawatan jenasah adalah tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien setelah meninggal, perawatan termasuk menyiapkan jenasah untuk diperlihatkan pada keluarga, transportasi ke kamar jenasah dan melakukan disposisi (penyerahan) barang-barang milik klien. Indikasi Perawatan Jenazah Perawatan jenasah dimulai setelah dokter menyatakan kematian pasien. Jika pasien meninggal karena kekerasan atau dicurigai akibat kriminalitas, perawatan jenasah dilakukan setelah pemeriksaan medis lengkap melalui autopsy. Tujuan Perawatan Jenazah Penghormatan terhadap jenasah  Menjalankan kewajiban hukum fardlu ‘ain. (muslim)  Jenasah dalam keadaan bersih  Sasaran SOP Perawatan Jenazah Pasien yang sudah meninggal  Tenaga Untuk Tindakan Perawatan Jenazah Dokter, Perawat, Bidan  Kelengkapan sarana untuk Perawatan Jenazah A. Sarana Medis Kasa/Verban secukupnya Sarung tangan bersih  Pads Kapas secukupnya Plastik jenasah/pembungkus jenasah Plester ...

SOP PEMERIKSAAN EKG (Standard Operating Procedure Electrocardiograph)

PENGERTIAN PEMERIKSAAN EKG (ELEKTROKARDIOGRAFI / ELECTROCARDIOGRAPH) Suatu tindakan merekam aktivitas listrik jantung yang berawal dari nodus sinoatrial, yang dikonduksikan melalui jaringan serat-serat (sistem konduksi) dalam jantung yang menyebabkan jantung berkontraksi, yang dapat direkam melalui elektroda yang dilekatkan pada kulit. TUJUAN PEMERIKSAAN EKG 1.    Mengidentifikasi adanya kelainan irama jantung (disrithmia) akibatadanya infark miokard, angina tertentu, pembesaran jantung, dan penyakit inflamasi jantung. 2.    Menilai efek obat-obatan dan mengidentifikasi ketidakseimbangan elektrolit, terutama kalsium dan kalium. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMERIKSAAN EKG A.   Persiapan Alat : 1.    Mesin EKG. 2.    Nierbeken. 3.    Jelly. 4.    Kapas alkohol pada tempatnya. 5.    Tissue. 6.    Washlap basah. 7.    Alat cukur (kalau perlu). 8.    Kertas dokumentasi EKG, lem, da...

SOP / PROTAP PEMERIKSAAN GULA DARAH

Pengertian: Pemeriksaan GDS adalah Suatu tindakan untuk mengetahui hasil atau nilai gula darah pada pasien yang dilakukan sewaktu dan tanpa persiapan apapun. Pemeriksaan gula darah puasa (GDP) adalah tindakan untuk mengetahui hasil gula darah pasien setelah pasien melakukan puasa minimal 8 - 10 jam. Pemeriksaan gula darah 2 jam post puasa (GD 2jam PP) adalah tindakan untuk mengetahui hasil gula darah pasien 2 jam setelah pasien makan setelah sebelumnya pasien puasa minimal 8-10 jam. Tujuan Pemeriksaan GDS: Pemeriksaan laboratorium harian Acuan tidakan medis Pengobatan yang tepat Pemilihan diit yang tepat Pencegahan resiko hiperglikemi Kebijakan : Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dilakukan oleh petugas laboratorium. Pemeriksaan GDS juga boleh dilakukan oleh dokter dan perawat. Alat dan bahan: Mesin gluco test Strip stick GDS Jarum / lancet GDS Alkohol swab Perlak dan pengalas Prosedure Tindakan Pemeriksaan GDS / GDP / GD 2 jam PP: Cek order dokter. Cuci tangan dan gunakan s...

SOP PEMBERIAN KIRBAT ES / KOMPRES ES BATU

Pengertian Kirbat es adalah suatu cara atau upaya untuk menurunkan demam atau mengurangi nyeri dan peregangan otot dengan memberikan kompres dingin kering dengan menggunakan kirbat es. Tujuan: 1.    Menghentikan perdarahan 2.    Mengurangi rasa sakit/nyeri/peradangan 3.  Menurunkan suhu (demam) 4.  Mempercepat pemulihan pada otot olahragawan Peralatan: 1.     Kirbat es biasa/leher/gantung dan sarungnya 2.     Perlak dan alasnya 3.     Mangkok berisi potongan es   4.     Garam satu sendok teh Prosedure: A.    Tahap Pra Interaksi 1.     Melakukan verifikasi program pengobatan klien 2.     Mencuci tangan 3.     Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar B.    Tahap Orientasi 1.     Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic 2.     Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga...

SOP / CARA TINDAKAN KEPERAWATAN ROM ANGGOTA GERAK ATAS (TANGAN)

Pengertian Menggerakkan sendi ekstremitas atas secara aktif atau pasif Tujuan 1.     Menjaga dan mengembalikan kelenturan sendi 2.     Meningkatkan vaskularisasi Kebijakan Klien dengan keterbatasan rentang gerak dan immobilisasi Prosedur Peralatan 1.      Penghangat/ WWZ dan sarungnya A.     Tahap PraInteraksi 1.    Mengecek program terapi 2.    Mencuci tangan 3.    Menyiapkan alat B.      Tahap Orientasi 1.    Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien 2.    Menjelaskan tujuan   dan prosedur pelaksanaan 3.    Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien C.     Tahap Kerja 1.    Menjaga privacy pasien 2.    Menghangatkan sendi yang akan dilatih selama 3.    Melatih sendi-sendi secara bergantian a.     Bahu: 1) ...