Posts

Showing posts from June, 2014

SOP / Protap Merawat / Memandikan Pasien Luka Bakar

Sop IGD  7.      Merawat/memandikan pasien luka bakar a.       Pengertian Membersihkan pasien luka bakar dengan menggunakan cairan fisiologis dan cairan desinfektan b.      Tujuan Mencegah terjadinya infeksi Mengangkat jaringan nekrotik c.       Indikasi Luka bakar derajat dua ke atas dengan luas luka > 20 % d.      Persiapan 1)      Alat a)      Alat pelindung diri (masker, handscoen, scort b)      Alat-alat steril (1)   Alat tenun (2)   Set ganti balutan (3)   Semprit 10 cc (4)   Kain kasa (5)   Verband sesuai dengan ukuran kebutuhan (6)   Sarung tangan c)      Alat-alat tidak steril (1)   Bengkok (2)   Ember d)     Obat-obatan (1)   Zalp...

SOP Penanganan Open Pneumothorak

Sop Gawat Darurat 6.      Penanganan open pneumothorak a.       Defenisi Adalah defek yang lebar pada dinding dada yang tetap terbuka  yang menyebabkan terjadinya pneumothorak terbuka/sucking chest wound, diamater >2/3 diameter trachea b.      Indikasi Pasien dengan open pneumothorak c.       Tujuan Menghilangkan sesak nafas dan mempertahankan pasien tetap hidup d.      Pelaksanaan tindakan 1)      Alat pelindung diri (masker, handscoen, scort) 2)      Kassa steril 3)      Plastik tipis 4)      Plester 5)      Cairan infus 6)      Infus set e.       Pelaksanaan tindakan 1)      Petugas menggunakan alat pelindung diri (masker, handscoen, scort) 2...

SOP / Protap Penanganan Cedera Kepala

Sop Gawat Darurat 5.      Cedera Kepala a.       Defenisi Suatu keadaan dimana kepala mengalami cedera akibat adanya suatu trauma b.      Tujuan 1)      Mencegah kerusakan otak sekunder 2)      Mempertahankan pasien tetap hidup c.       Indikasi 1)      Contusio cerebri 2)      Commotio cerebri d.      Persiapan alat 1)      Petugas menggunakan alat pelindung diri (kaca mata safety, masker, handscoen, scort) 2)      Neckcollar 3)      Suction lengkap 4)      Oksigen lengkap 5)      Intubasi set 6)      Long spine board 7)      Infus set 8)      Cairan ringer l...

SOP Penanganan Trauma Abdomen

Sop Gawat Darurat 4.      Trauma Abdomen a.       Defenisi Suatu keadaan dimana abdomen mengalami benturan b.      Tujuan 1)      Mencegah kerusakan lebih lanjut organ di rongga abdomen 2)      Mencegah terjadinya syok c.       Indikasi Cedera pada daerah abdomen d.      Persiapan alat : 1)      Petugas menggunakan alat pelindung diri (kaca mata safety, masker, handscoen, scort) 2)      Oksigen lengkap 3)      Gurita 4)      Infus set 5)      Cairan ringer lactat hangat 6)      Kassa steril e.       Pelaksanaan tindakan 1)      Petugas menggunakan alat pelindung diri (kaca mata safety, masker, handscoen,...

SOP Penanganan Trauma Dada

SOP Gawat Darurat 3.      Flail Chest a.       Defenisi Adanya bagian dari dinding dada yang kehilangan kontinuitas dengan dinding dada sisanya (ada bagian yang melayang). Terdapat multiple fraktur iga dengan garis fraktur lebih dari satu pada satu iga. b.      Tujuan 1)      Mengurangi rasa sakit 2)      Mencegah kerusakan lebih lanjut pada dinding dada c.       Indikasi 1) Flail chest d.      Persiapan alat 1)      Alat pelindung diri (kaca mata safety, masker, handscoen, scort) 2)      Oksigen lengkap 3)      Intubasi set 4)      Suction lengkap 5)      Infus set 6)      Cairan ringer lactate 7)      Pulse oksimetri e.  ...

SOP Penanganan Thorak masif

Contoh SOP Keperawatan 2.      Thorak Masif a.       Defenisi Terkumpulnya darah secara cepat sebanyak > 1500 ml di rongga toraks akibat trauma tajam atau tumpul yang menyebabkan terputusnya  arteri intercostalis, pembuluh darah hilus paru atau robek parenkim paru atau jantung. b.      Tujuan 1)      Mengurangi rasa sesak 2)      Mempertahankan pasien tetap hidup c.       Indikasi 1)      Pasien dengan trauma tumpul dada 2)      Perdarahan pada rongga dada 3)      Luka tusuk pada dada d.      Persiapan alat 1)      Alat pelindung diri (kacamata safety, masker, handscoen, scort) 2)      Neck coller 3)      Obat anasthesia lokal 4)   ...

SOP Penanganan Syok Hemoragik

Contoh Sop Keperawatan 1.      Penanganan syok haemoragik a.       Defenisi Suatu keadaan dimana terjadi gangguan perfusi yang disebabkan karena adanya perdarahan b.      Tujuan 1)      Memulihkan perfusi pada jaringan 2)      Memulihkan keseimbangan cairan dalam tuibuh 3)      Mencegah kematian c.       Indikasi 1) Syok haemoragik d.      Persiapan 1)      Alat -       Alat pelindung diri (kaca mata safety, masker, handscoen, scort) -       Neck collar -       Balut cepat -       Infus set -       Plester -       Ringer lactat yang hangat -       Mo...

ANLS (Advance Neuro Life Support)

assalamualaikum.. NEW ACLS 2010 AHA GUIDELINES 2010 GUIDELINES FOR CPR VIDEO ACLS 2010 AHA ECC VIDEO 1 ACLS 2010 AHA ECC VIDEO 2 ACLS 2010 AHA GUIDELINES VIDEO ACLS Cardiac Arrest Algorithm. Bradycardia Algorithm. Tachycardia Alogarithm

Resusitasi Jantung Paru (RJP)

Contoh Sop Keperawatan Henti jantung dan henti napas bukanlah kejadian yang sering terjadi walapun di rumah sakit. Tidak semua penderita yang mengalami cardic arrest diresusitasi, melainkan hanya yang mungkin untuk hidup lama tanpa meninggalkan kelainan-kelainan di otak. Jadi resusitasi ialah usaha mengembalikan fungsi pernafasan dan/atau sirkulasi dan penanganan akibat henti nafas (respiratory arrest) dan/atau henti jantung (cardiac arrest) pada orang, di mana fungsi tersebut gagal total oleh suatu sebab yang memungkinkan untuk hidup normal selanjutnya bila kedua fungsi tersebut bekerja kembali. Jadi bukan pada akhir suatu stadium agonal, di mana karena memburuknya keadaan umum dan kondisi organ semakin buruk dan akhirnya gagal total; atau pada orang yang pusat diotaknya sudah mengalami kerusakan karena sebab-sebab per nafasan / sirkulasi sehingga tidak ada lagi kemungkinan untuk hidup. Keberhasilan resusitasi dimungkinkan oleh adanya waktu tertentu diantara mati klinis ...

SOP Resusitasi Jantung Paru ( RJP )

sop Keperawatan Protap Penanganan Pasien Henti Jantung Pengertian Henti jantung adalah terhentinya kontraksi jantung yang efektif ditandai dengan pasien tidak sadar, tidak bernafas, tidak ada denyut nadi. Pada keadaan seperti ini kesepakatan diagnostis harus ditegakkan dalam 3 – 4 menit. Keterlambatan diagnosis akan menimbulkan kerusakan otak.Harus dilakukan resusitasi jantung – paru. Tujuan Sebagai acuan dalam penanganan pasien henti jantung Kebijakan Penanganan henti jantung dilakukan untuk membantu menyelamatkan pasien / mengembalikan fungsi cardiovascular. Prosedur 1. Tahap I : 1.1. Berikan bantuan hidup dasar 1.2. Bebaskan jalan nafas, seterusnya angkat leher / topang dagu. 1.3. Bantuan nafas, mulut ke mulut, mulut ke hidung, mulut ke alat bantuan nafas. 1.4. Jika nadi tidak teraba : 1.4.1. Satu penolong : tiup paru kali diselingi kompres dada 30 kali. 1.4.2. Dua penolong : tiup paru setiap 2 kali kompresi dada 30 kali. 2. Taha...

Komponen Standar Operasional Keperawatan dan Kedokteran

Keperawatan dan Kedokteran KOMPONEN STANDAR Beberapa komponen yang harus ada pada standar : 1. Standar Struktur Standar struktur adalah karakteristik organisasi dalam tatanan asuhan yang diberikan. Standar ini sama dengan standar masukan atau standar input yang meliputi; · Filosofi dan objektif · Organisasi dan administrasi · Kebijakan dan peraturan · Staffing dan pembinaan · Dekripsi pekerjaan (fungsi tugas dan tanggung jawab setiap posisi klinis) · Fasilitas dan peralatan 2. Standar Proses Standar proses adalah kegiatan dan interaksi antara pemberi penerima asuhan. Standar ini berfokus pada kinerja dari petugas profesional di tatanan klinis, mencakup : · Fungsi tugas, tanggung jawab, dan akontabilitas · Manajemen kinerja klinis · Monitoring dan evaluasi kinerja klinis 3. Standar Outcomes Standar outcomes adalah hasil asuhan dalam kaitannya dengan status pasien. Standar ini berfokus pada asuan pasien yang prima, meliputi : · Kepuasan pasien · Keamanan pasien · Kenyamanan pasien Dalam ...

Ketentuan dan Komponen Standar Operasional Keperawatan / Protap

Sop Keperawatan PERSYARATAN STANDAR Standar yang dikembangkan dengan baik akan memberikan ciri ukuran kualitatif yang tepat seperti yang tercantum dalam standar pelaksanaannya. Standar selalu berhubungan dengan mutu karena standar menentukan mutu. Standar dibuat untuk mengarahkan cara pelayanan yang akan diberikan serta hasil yang ingin dicapai. Standar yg berbasis manajemen kinerja, memiliki persyaratan-persyaratan sbb: w S – specific w M -measurable -- terukur w A - appropriate-- tepat w R – reliable -- handal w T – timely – batas waktu KETENTUAN STANDAR Ada 4 Ketentuan Standar 1. Harus tertulis dan dapat diterima pada suatu tingkat praktek, mudah dimengerti oleh para pelaksananya. 2. Mengandung komponen struktur (peraturan-peraturan), proses (tindakan/action) dan hasil (outcomes).standar struktur menjelaskan peraturan, kebijakan fasilitas dan lainnya. Proses standar menjelaskan dengan cara bagaimana suatu pelayanan dilakukan dan outcome standar menjelaskan hasil dari dua komponen la...

SOP ( Standar Operasional Prosedur )

pengertian standar Sumber daya manusia kesehatan merupakan aset penting dan terbesar dalam mentukan kualitas pelayanan kesehatan, untuk mendukung dan mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi, maka kapasitas tenaga kesehatan perlu terus ditingkakan. Langkah-langkah startegi, taktis dan aplikatif diperlukan agar tenaga kesehatan yang berkontribusi dalam memberikan pelayanan di Rumah Sakit dapat berperan dan siap bersaing di tatanan dunia kesehatan regional, nasional dan global. Peningkatan kinerja pelayanan kesehatan telah menjadi tema utama di seluruh dunia. Dengan tema ini, organisasi pelayanan kesehatan dan kelompok profesional kesehatan sebagai pemberi pelayanan harus menampilkan akontabilitas sosial mereka dalam memberikan pelayanan yang mutakhir kepada konsumen yang berdasarkan standar profesionalisme, sehingga diharapkan dapat mnemenuhi harapan masyarakat. Sebagai konsekuensinya peningkatan kinerja memerlukan persyaratan yang diterapkan dalam melaksanakan pekerjaan yang ...

SOP / Protap pemberian kompres kering dengan kirbat es

contoh sop 3.    Kompres Dingin Kering Dengan Kirbat Es (Eskap) A.    Persiapan Alat : Ø  Kirbat es/eskap dengan sarungnya Ø  Kom berisi berisi potongan-potongan kecil es dan satu sendok teh garam agar es tidak cepat mencair Ø  Air dalam kom Ø  Lap kerja Ø  Perlak pengalas B.     Prosedur : 1.      Bawa alat-alat ke dekat klien 2.      Cuci tangan 3.      Masukkan batnan es ke dalam kom air supaya pinggir es tidak tajam 4.      Isi kirbat es dengan potongan es sebanyak kurang lebih setengah bagian dari kirbat tersebut 5.      Keluarkan udara dari eskap dengan melipat bagian yang kosong, lalu di tutup rapat 6.      Periksa skap, adakah kebocoran atau tidak 7.      Keringkan eskap dengan lap, lalu masukkan ke dalam sarungnya 8.  ...

SOP / Protap Menerima Pasien Baru

Pengertian Menerima pasien yang baru masuk Puskesmas untuk dirawat sesuai yang berlaku. Pasien segera memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan Tujuan Sebagai acuan untuk penerimaan pasien baru. Kebijakan - Ada petugas yang terampil Prosedur Persiapan : - Pasien dan keluarganya diterima dengan ramah. - Bila pasien dapat berdiri, atau berat badan sebelum penderita dibaringkan. - Selanjutnya lakukan pengkajian data melalui anamnese dan pemeriksaan fisik. - Laporan pasien pada penanggung jawab ruangan. - Pasien dan keluarga diberi penjelasan tentang tata tertib yang berlaku di Rumah Sakit serta orientasi keadaan ruangan/fasilitas yang ada. - Mencatat data dari hasil pengkajian pada catatan medik dan catatan perawatan pasien. - Memberitahukan prosedur perawatan/tindakan yang segera dilakukan. Unit terkait Poliklinik, Ruang Perawatan

SOP / Protap pertolongan pada luka baru

Pengertian Memberikan tinadakan pertolongan pada luka baru dengan cepat dan tepat Tujuan Agar luka tidak terjadi infeksi lanjut Kebijakan Seluruh perawat diijinklan melakukan penjahitan dan perawatan luka, tetapi tidak pada luka putus tendon Prosedur PERSIAPAN ALAT : Streril 1. Bak instrumen bensi a. Spurt irigasi 50 cc b. Soft koteker / tobe feeding c. Pinset anatomis d. Pinset chirrugis e. Gunting jaringan f. Arteri klem g. Knop sonde h. Container untuk cairan irigasi 2. Korentang dengan tempatnya 3. Kassa dan depres dalam tromol 4. Handschone / gloves steril 5. Neerbeken (bengkok) 6. Kom kecil/ sedang 7. Pembalut sesuai kebutuhan a. Kasa b. Kasa gulung 8. Topical terapi a. Betadine sol b. Sutratol 9. Cairan pencuci luka dan disinfektan a. Cairan NS / RL hangat sesuai suhu tubuh 34 0 -37 0 C b. Alkohol 70 % Non Streril 1. Schort / gown 2. Perlak + alas perlak / underpad 3. Handschone / gloves bersih 4. Sketsel / tirai 5. Gunting verband 6. Neerbeken / bengkok 7. Plester (adhesive) at...

SOP / Protap Penanganan Demam Tifoid

SOP Penanganan Demam Tifoid Pengertian Demam tifoid adalah suatu penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh infeksi kuman Salmonella typhi. Kriteria Diagnosis Demam tinggi lebih dari 7 hari disertai sakit kepala - Kesadaran menurun - Lidah kotor, hepatosplenomegali, dsb - Bradikardia relative Tujuan Sebagai acuan tatalaksana penderita tifoid Kebijakan Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter Prosedur Diagnosis Diferensial - Infeksi karena virus + (Dengue influenza) - Malaria - Broncho pnemonia Pemeriksaan Penunjang - Pemeriksaan lab - Hb, Leko, Diff, Trombist, Ht - Urine lengkap - Widal Terapi 1. Tirah baring, diet lunak, chloramphenicol 2 gr/hr atau kotrimoksasol 2 x 2 tab diberikan sampai 7 hari bebas napas atau Quinolon 2. pemberian cairan infuse RL / D 5% Penyulit : - Toksis - Perforasi usus mengakibatkan peritonitis - Perdarahan dari usus Lama perawatan : Umumnya sampai 7 hari bebas panas Unit terkait RAWAT INAP, BP, PUSTU/POLIND